Rate card pertama saya ditulis di catatan ponsel dan isinya cuma satu angka. Hasilnya: setiap negosiasi terasa seperti tawar-menawar di pasar. Ini yang saya ubah.
1. Hitung dari engagement, bukan follower
Rumus sederhana yang saya pakai sebagai titik awal: rata-rata interaksi per post dikali Rp150–300, tergantung niche. Angka ini bukan harga akhir, tapi dasar yang bisa dijelaskan ke brand.
2. Susun tiga paket
| Paket | Isi | Harga |
|---|---|---|
| Basic | 1 feed post + 2 story | Rp2.500.000 |
| Standard | 1 reels + 1 feed post + 3 story | Rp5.000.000 |
| Premium | 2 reels + 2 feed post + 5 story + usage rights 3 bulan | Rp9.500.000 |
3. Saat brand bilang budget terbatas
Jangan langsung menurunkan harga. Kurangi deliverable-nya. Brand dengan budget Rp2 juta tetap bisa dapat konten berkualitas — hanya jumlahnya yang berbeda.
Diskon mengajarkan brand bahwa harga awalmu tidak serius. Mengurangi deliverable mengajarkan bahwa setiap konten punya nilai.
Template balasan email
“Terima kasih atas penawarannya. Untuk budget tersebut, saya bisa menawarkan 1 reels dan 2 story dengan kualitas produksi yang sama. Kalau berkenan, saya kirimkan konsepnya besok.”



